SELAMAT DATANG

Rabu, 29 Juli 2020

Konfigurasi NAT

Setting NAT pada Router Mikrotik menggunakan Winbox

Konfigurasi pada winbox :

IP Eth. 1 : DHCP Client (Otomatis) dari Internet Service Provider (ISP)
IP Eth. 2 : 192.168.100.1/24
IP PC : DHCP (Obtain)

Langkah konfigurasi :

  1. Klik IP - Adresses


2. Klik (+)


3. Masukan alamat Ip untuk ether 2 lalu apply - ok


4. Klik IP - DHCP Client


5. Klik (+)


6. Interface (Ether 1) lalu Apply - OK


7. Klik IP - DHCP Server


8. Klik DHCP Setup


9. Lalu kita isikan ethernet yang akan kita buat DHCP. Dalam tutorial ini saya menberikan DHCP Server pada ether 2. Klik Next - Finish


10.Klik IP - Firewall


11. Pada Tab NAT, Klik (+)


12. Pada Tab General, Out Interface (Ether 1)


13. Pada Tab Action, Ganti ke Masquerade


14. Kita Obtain IP address di PC


15. Setelah itu, kita cek dengan melakukan perintah Ping google.com di cmd

Sekian semoga bermanfaat!

Sabtu, 25 Juli 2020

Materi ASJ : Menerapkan Sistem Operasi Jaringan

Kelas : XI TKJ

Pertemuan 1

KD 3.1 Menerapkan Sistem Operasi Jaringan
KD 4.1 Menginstalasi Sistem Operasi Jaringan

A. Sistem Operasi (Operating System)

Sistem operasi merupakan sebuah program yang mengendalikan semua fungsi yang ada pada komputer. Sistem operasi menjadi basis landasan pengembangan aplikasi untuk user (pengguna). Secara umum semua sistem operasi memiliki empat fungsi berikut:

  1. Pengendalian Perangkat Keras
  2. Pengelolaan File dan Folder
  3. Manajemen Interaksi
  4. Manajemen Aplikasi

Selain memiliki fungsi-fungi manajemen di atas, sistem operasi modern juga dapat memiliki kemampuan sebagai berikut:

  • Multi user – dua atau lebih user dapat bekerja sama untuk saling berbagi pakai penggunaan aplikasi dan sumber daya seperti printer pada waktu yang bersamaan.
  • Multi tasking – sistem operasi dapat menjalankan lebih dari satu aplikasi user.
  • Multi processing – sistem operasi dapat menggunakan lebih dari satu CPU (Central Processing Unit).
  • Multi threading – setiap program dapat dipecah ke dalam thread-thread untuk kemudian dapat dijalankan secara terpisah (pararel) oleh sistem operasi. Kemampuan ini juga termasuk bagian dari multi tasking pada aplikasi.

Berdasarkan jumlah bit-nya, sistem operasi dibagi menjadi dua macam, sistem operasi 32-bit dan sistem operasi 64-bit. Terdapat dua perbedaan antara sistem operasi 32-bit dan 64-bit.

  • Sistem operasi 32-bit hanya mampu menerima RAM maksimal 3 GB, sedangkan sistem operasi 64-bit mampu menggunakan lebih dari 128 GB RAM.
  • Manajemen memori dari sistem 64-bit juga lebih baik, sehingga mampu menjalankan proses pada aplikasi lebih cepat.

Berdasarkan metode pengembangannya, system operasi dibagi atas dua jenis, yaitu :

  • Sistem Operasi Close Source (Proprietari) Sistem operasi proprietari merupakan sistem operasi yang dikembangkan secara internal oleh seseorang, perkumpulan ataupun perusahaan. Sistem operasi yang tergolong proprietari ini adalah Windows dan Mac Os.
  • Sistem Operasi Open Source (Terbuka) Sistem Operasi Terbuka merupakan sistem operasi yang kode programnya dibuka untuk umum sehingga dapat dikembangkan oleh yang lainnya. Sistem operasi yang termasuk terbuka adalah UNIX, Linux dan turunannya. Linux sendiri memiliki banyak varian, seperti Debian, Slackware, Redhat dan SuSE. Varian ini lebih dikenal dengan nama distro.

B. Sistem Operasi Jaringan (Network Operating System/Workstation)

Sistem operasi jaringan adalah pengelola seluruh sumber daya yang terdapat pada sistem komputer dan menyediakan sekumpulan layanan (Web, FTP, DNS, dan lain-lain) untuk memudahkan dan memberi kenyamanan dalam penggunaan dan pemanfaatan sumber daya sistem komputer.

Sistem operasi jaringan atau sistem operasi komputer yang dipakai sebagai server dalam jaringan komputer hampir mirip dengan sistem operasi komputer stand alone. Bedanya, pada sistem operasi jaringan, salah satu komputer harus bertindak sebagai server bagi komputer lainnya.

  • Komputer Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer-komputer lain di dalam jaringan.
  • Komputer Client (klien) adalah komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server.

Sistem operasi jaringan memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Mendukung penggunaan oleh lebih dari satu user.
  • Menjalankan aplikasi yang mampu digunakan oleh lebih dari satu user.
  • Stabil (robust), dimana kecil kemungkinan untuk terdapat error pada program. Robustness adalah istilah untuk menunjukkan kemampuan suatu sistem komputer menangani masalah yang terjadi selama digunakan oleh user.
  • Memiliki tingkat keamanan data yang lebih tinggi dari sistem operasi desktop.

Berikut ini adalah beberapa sistem operasi jaringan yang banyak digunakan saat ini:

  • UNIX/Linux, ini merupakan sistem operasi yang paling banyak digunakan sebagai server saat ini, contoh sistem operasi jaringan dengan linux diantaranya adalah Red Hat, Caldera, SuSE, Debian, Fedora, Ubuntu dan Slackware.
  • Novell Netware, di tahun 1980-an, ini merupakan sistem operasi pertama yang memenuhi semua persyaratan untuk membangun sebuah jaringan komputer lokal.
  • Microsoft Windows, masih dari perusahaan yang sama, Microsoft juga mengeluarkan Windows Server sebagai sistem operasi jaringannya, mulai dari versi awalnya adalah Windows Server 2000, hingga yang terakhir Windows Server 2016.

Kamis, 23 Juli 2020

Teknologi Layanan Jaringan

Kompetensi Dasar (KD 3.1 Memahami ragam aplikasi komunikasi data)

1. Pengertian Komunikasi Data

Komunikasi Data merupakan bentuk komunikasi yang secara khusus berkaitan dengan transmisi 
atau pemindahan data antara komputer-komputer, komputer dengan piranti-piranti yang lain dalam bentuk data digital yang dikirimkan melalui media Komunikasi Data. 



Gambar. Komunikasi data


Komunikasi Data saat ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, karena telah diterapkan dalam berbagai bentuk aplikasi misal: komunikasi antar komputer yang populer dengan istilah internet, Handphone ke komputer, Handphone ke Handphone, komputer atau handphone ke perangkat lain misal: printer, fax, telpon, camera video dll. 

Model Komunikasi data: 

a. Komunikasi data Simplex: satu arah 



a. Komunikasi data Half Duplex: Dua arah bergantian 


b. Komunikasi data Full Duplex : Dua arah bisa bersamaan 


 


Komponen Komunikasi Data : 

Ø Pengirim, adalah piranti yang mengirimkan data, berupa komputer, alat lainnya seperti 
handphone, video kamera, dan lainnya yang sejenis. 

Ø Penerima, adalah piranti yang menerima data, juga bisa berupa komputer, alat lainnya seperti handphone, video kamera, dan lainnya yang sejenis. 

Ø Pesan / Data, adalah informasi yang akan dipindahkan bisa berupa apa saja, teks, angka, gambar, suara, video, atau kombinasi dari semuanya. 

Ø Media pengiriman, adalah media atau saluran yang digunakan untuk mengirimkan data, bisa berupa kabel, cahaya maupun gelombang magnetik. 

Ø Protokol, adalah aturan-aturan yang harus disepakati oleh dua atau lebih alat untuk dapat saling berkomunikasi. Tanpa protocol, dua alat atau lebih mungkin saja bisa saling terhubung tetapi tidak dapat saling berkomunikasi, sehingga message yang dikirim tidak dapat diterima oleh alat yang dituju.

Senin, 11 Mei 2020

KD 4.10 Melakukan konfigurasi ekstensi dan dial-plan Server Softswith (Cara Konfigurasi Briker 1.4 di VirtualBox)

Persiapan :

1.       File ISO Briker sebagai server (disini saya menggunakan briker versi 1.4)

2.       Virtualbox

3.       3CX Phone sebagai client

Tahap instalasi :

1.       Pertama buat baru sistem operasi-nya di VirtualBox, dengan klik New → isi nama server voip briker→Type yaitu Linux → Versi Linux 32 bit/ other Linux 32 bit→ klik Next.

Tambahkan teks

2.       Jika sudah, isikan memori (RAM) dengan ukuran 512 MB atau bisa lebih→ Klik Next.

3.       Lalu pilih Creat a Virtual Hard disk now, karena nantinya akan membuat ukuran Hardisk yang baru →  Klik Create.

4.    Lalu pilih type hardisk yang akan digunakan, pilih VDI (Virtualbox Disk Image) → Klik Next.

5.       Lalu pilih Dynamically Allocated → Klik Next.

6.       Lalu setelah itu tentukan ukuran hardisk yang kita inginkan, isi dengan ukuran 15,00 GB → Klik Create.

7.       Jika sudah selesai pembuatan sistem operasi, setelah itu kita Klik Pengaturan/Setting. Klik Sistem → Prosesor →Ceklis pada tulisan Fungsikan PAE/NX.

8.       Lalu Klik Storage/Penyimpanan→ Pilih berkasi ISO Briker dari media penyimpanan anda→ Klik Open → Klik OK.

Rabu, 06 Mei 2020

Cara Membuat Ukuran Pas Foto Seperti 2x3 3x4 4x6 Di Photoshop Cs6

Pembahasan kali ini saya hanya mencontohkan membuat ukuran Pas Foto 3x4. 

Langkah 1 : Siapkan foto yang mau di ubah ukurannya menjadi pas foto 3x4

Langkah 2 : Langkah selanjutnya masukkan foto pada Photoshop dengan cara klik File >> Open >> Cari folder tempat foto di simpan. Atau Anda bisa menggunakan tombol CTRL + O untuk menginput file foto.

Langkah 3 : Setelah itu klik menu Crop pada Tools Box bagian kiri atau tekan huruf C, kemudian klik Size & Resolution. Ubah ukuran foto sesuai yang Anda inginkan, Misalkan Anda ingin pas foto ukuran 3 x 4 cm. Dengan lebar (Width) = 3 cm dan Tinggi (Height) = 4 cm. Kemudian gunakan Resolusi 300 Pixels/Inch.

Catatan : Untuk Ukuran Foto 2x3 dan 4x6 ataupun ukuran foto lainnya. Anda tinggal mengganti ukuran Width dan Height sesuai dengan apa yang anda inginkan. Sedangkan Resolusi Tetap menggunakan 300 Pixels/Inch.


Langkah 4 : Tarik dan Geser Gambar untuk menyeleksi bagian gambar yang ingin di Crop.


Langkah 5 : Jika sudah memperoleh bagian gambar yang ingin di Crop, langkah selanjutnya klik Move Tool pada bagian kiri atas Tools Box. Kemudian klik Crop.


Karena menggunakan resolusi 300 Pixels/Inch maka otomatis gambar akan terlihat mengecil. Untuk memperbesar silahkan klik Zoom atau ubah ukuran View menjadi 100% pada menu bagian kiri bawah Photoshop.


Langkah 6 : Save File. Anda bisa menyimpan dalam bentuk file .psd (agar bisa di edit lagi) ataupun dalam format gambar seperti .jpg dan png. Atau jika perlu simpan dalam bentuk file dan gambar.

Langkah 7 : Selesai.

Semoga bermanfaat.


Twitter Facebook Favorites More